Senin, 04 Januari 2016

HUKUM-HUKUM DALAM MELAKSAKAN IBADAH HAJI

Ibadah haji merupakan bagian dari Rukun Islam yang kelima, adapun syarat-syarat, wajib, serta rukun haji :

*RUKUN-RUKUN DALAM IBADAH HAJI :
1. Ihram dengan niatan karna Allah SWT (nawaitul hajja wa ahramtu bihi)
2. Wuquf di arafah
3. Thawaf tujuh kali
4. Sa'i tujuh kali dimulai dari shafa dan diakhiri di marwah
5. Gunting atau cukur rambut

Adapun yang paling utama dalam ibadah haji yaitu ququf di arafah. Dan sebagian muhaqqiqin berkata : Yan utama Thawaf, semua rukun ini juga rukun umrah, kecuali wuquf di arafah.

*Wajib-wajib dalam beribadah Haji :
1. Berihram dari miqat
2. Bermalam di muzdalifah, walau sebentar (sekejap) sesudah tengah malam idul adha
3. Bermalam di mina pada malam tasyriq (11-12-13 dzulhijjah)
4. Pada siang harinya melempar jumrah ula 7 batu, wustha 7 batu, dan aqabah 7 batu
5. Tawaf wada' bagi orang yang datang dari luar kota Makkah, dan yang tidak haidh. Dan bila meninggalkan satu daripadanya dihukum denda yaitu puasa tiga hari, atau bersedekahpada enam orang miskin dengan tiga sha' atau menyembelih kambing.

Syarat-syarat thawaf :
1. Suci dari dua hadas, suci badan dan pakaian
2. Menutup Aurat
3. Mulai thawaf dari hajar aswad, dan menghadapi dengan badannya, dan meletakkan kabbah disebelah kirinya



Minggu, 03 Januari 2016

RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN

Iman kepada Allah SWT..

Allah SWT berfirman :
"Hai semua manusia sembahlah Tuhanmu, yang menjadikan kamu dan menjadikan orang-orang sebelum kamu bertaqwa (21), Yang menjafikan untukmu bumi sebagai hamparan, dan langit sebagai atap dan menrunkan dari langit air, kemudian mengeluarkan dengan air itu berbagai macam buah (makanan) sebagai rizki untukmu. Karena itu maka kamu jangan mempersekutukan Allah dengan apapun, padahal kamu mengetahui. (Bahwa Allah itu tidak bersekutu dan tidak berbandingan, sebab Dia pencipta sedang ssmua yang lainnya dicipta oleh-Nya, sebab Tuhan itu hanya yang menjadikan, mencipta, dan bukan yang dijadikan, diciptakan).

Umar bin Alkhaththab r.a. berkata : Ketika kami duduk disisi Nabi Muhammad S.A.W pada suatu hari tiba-tiba menjelang seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya, sangat hitam rambutnya, tidak terlihat padanya bekas bepergian, dan tiada seorang pun diantara kami yang mengenalnya, sehingga duduk didekat Nabi Muhammad S.A.W dan merapatkan lututnya kelutut Nabi Muhammad S.A.W lalu meletakkan kedua tangannya diatas pahanya, lalu bertanya : Ya Muhammad beritakan padaku Islam ? Jawab Nabi Muhammad S.A.W : Islam itu :
1. Percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah.
2. Mendirikan Sholat.
3. Mengeluarkan Zakat.
4. Puasa bulan Ramadhan.
5. Pergi Haji kebaitullah jika kuasa perjalanannya.

Berkatalah orang itu : Benar Engkau. Umar berkata : Kami merasa heran ia bertanya tetapi ia membenarkan seakan-akan ia telah mengetahuinya. Lalu ia bertanya pula : Beritakan padaku tentang Iman ? Jawab Nabi Muhammad S.A.W : Iman ialah percaya pada Allah, Malaikatnya, kitab-kitabNya, Nabi-Nabi utusanNya, hari kemudian (Kiamat), dan percaya pada ketentuan takdir yang baik dan buruk (dari Allah S.W.T). Ia berkata : Benar Engkau. Maka beritakan padaku tentang ihsan ? Jawab Nabi Muhammad S.A.W : Ihsan jika engkau menyembah kepada Allah seakan-akan melihatnya, maka jika tidak dapat melihatnya, ketahuilah bahwa Allah melihat engkau. Ia berkata : Beritakan kepadaku bagaimanakah hari Kiamat ? Jawab Nabi Muhammad S.A.W : Yang ditanya tentang hari kiamat itu tidak lebih mengetahui dari yang bertanya. Lalu ia berkata : Beritakan kepadaku tanda-tandanya ? Jawab Nabi Muhammad S.A.W : Jika ibu (budak) telah melahirkan majikannya (yakni ibu sudah dianggap sebagai budak oleh anak), dan orang-orang yang biasa telanjang kaki dan pakaian, yang bagaikan telanjang dan biaza miskin, penggembala kambing tiba-tiba mereka berlomba-lomba menbangun gedung. Kemudian ia pergi, Umar berkata : Maka aku tinggal tercengang (terdian sejenak), kemudian Nabi Muhammad S.A.W berkata : Hai Umar tahukah engkau siapakah penanya tadi itu ? Jawabku : Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui. Maka sabda Nabi Muhammad S.A.W : itu malaikat Jibril datang kepada kamu untuk mengajarkan agamamu. (H.R. Muslim).

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Q.S. Al-anfal: 2)

يَقُوْلُ ذَاقَ طَعْمَ اْلإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّ وَبِالإِسْلَمِ دِيْنً وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلً ٭ رواه مسلم في كتاب الإيمان

Nabi bersabda, “(Orang yang) Merasakan pada rasanya keimanan (yaitu) orang yang ridho (apabila) Allah menjadi tuhannya, Islam menjadi agamanya, dan Muhammad menjadi utusan,”

قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوْبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ وَإِنَّ الفَاجِرَ يَرَى ذُنُوْبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ....ِلحديث٭ رواه البخاري في كتاب الدعوات

Nabi bersabda, “Sesungguhnya orang iman melihat pada beberapa dosanya seperti seakan-akan ia duduk di bawah gunung dan takut ia apabila (gunung itu) berjatuhan (menimpa) atas dirinya. Dan sesungguhnya orang yang menyimpang melihat pada beberapa dosanya seperti lalat yang lewat pada hidungnya,”

Attaj Assubuki berkata : Islam berupa ibadah jasmani, dan tidak dianggap kecuali dengan iman, sedang iman itu kepercayaan dalam hati, juga tidak dianggap kecuali disertai dengan ucapan lidah terhadap dua kalimat syahadat.

Imam Nawawi dalam Kitab Syarah Muslim berkata : Ulama' ahlisunnah telah sepakat, baik ahli hadist maupun ahli fiqih bahwa orang yang beriman dengan hatinya tetapi tidak mengucapkan syahadat dengan lidahnya, jika tidak ada halangan akan kekal dalam neraka.

HIKAYAT HIKAYAT ISLAM :
1. Abdullah Alyafi'i menyebut dalam kitab Rauhurrayahin bahawa dijaman dahulu ada seorang raja kafir yang sangat menentang Tuhan, maka ia diperangi oleh kaum muslimin, sehingga tertawanlah ia, lalu raja-raja muslimin sepakat untuk membunuh raja itu, dibuatkan sebuah genuk besar, lalu dinyalakan api dibawahnya, dan ia diletakkan dalam genuk itu, supaya ia tetap merasakan siksa itu, dan ketika raja telah disiksa sedemikian itu, ia berdoa kepada tuhan-tuhan (dewa-dewa)nya satu persatu : Hai dewa (tuhan) saya hanya menyembah kepadamu maka selamatkan aku dari bahaya ini, dan ketika ia mulai merasa bahwa semua tuhan-tuhan itu tidak ada yag menolong padanya, maka ia mengangkat kepalanya melihat kelangi sambil membaca : "LA ILAHA ILLALLAH" dan meminta pada Allah SWT dengan seikhlas-ikhlasnya, maka segera Allah SWT menurunkan air dari langit untuk memadamkan api itu, kemudian datang angin mengangkat genuk itu ke udara, dan ia tetao membaca La illaha illallah sehingga terlempar kesuatu kaum yang kafir sedang ia tetap membaca La illaha illallah, lalu dibuka genuk itu oleh kaum kafir itu dan ditanya : Celakalah kamu mengapa, kamu ini ?  Jawabnya : Aku raja Bani Fulan lalu menceritakan kisahnya kejadian dari permulaan hingga akhir, tiba-tiba kaum itu semuanya masuk Islam setelah mendengar cerita dan riwayat Raja itu.

2. Abu Zaid Alqurthubi berkata : Saya telah mendengar hadist yang menrangkan bahwa : Siapa yang membaca "LA ILLAHA ILLALLAH" TUJUH PULUH RIBU KALI (=70.000) maka akan menjadikan tebusan dari api neraka, maka saya kerjakan itu karena mengharap berkat janji itu, juga saya kerjakan untuk keluargaku, juga saya telah berbuat lain-lain amal untuk tabunganku di hari kiamat. Dan bertempatan ditempat kami ada bermalam seorang pemuda Ahli kasyaf, bahakan ada kalanya ia menerangkan kasyafnya memgenai syurga dan neraka, dan orang-orang mengakui kelebihan pemuda itu, meskipun usianya masih muda, bahkan saya oun menaruh kepercayaan kepadanya, maka bertepatan kami diundang oleh kawan untuk makan minum dirumahnya dan pemuda itu juga bersama kami dalam undangan itu, tiba-tiba ia menjerit dengan sekuat seuaranya, lalu ia berkata : Ya Ammi itu ibuku dalam api neraka, lalu ia menjerit kembali sekuat suaranya, dan ketika saya melihat keadaan itu timbul perasaan dalam hati, akan saya uji kebenarannya, maka saya baca : La illaha illallah tujuh puluh ribu, dan tiada seorang pun mengetahui bahwa saya sedang membaca itu, kecuali Allah SWT, dan saya percaya bahwa hadist itu benar dan orang-orang yang meriwayatkan semuanya betul, lalu saya berdoa : ALLAHUMMA INNA HADZIHISSABLENA ALFA FIDA'A HADZIHIL MAR'ATI UMMI HADZASYSYAAB. (Ya Allah ini bacaan yang tujuh puluh ribu sebagai penebus perempuan ibu dari pemuda ini) maka belum selesai perasaan dalam hatiku, tiba-tiba pemuda itu berkata : Y ammi ibuku telah keluar dari api, Walhamdu lillah...........

HIKAYAT-HIKAYAT MUSLIM tentang sholat jum'at

A. Addainuri dari Al-auza'i berkata :
"Dahulu disini ada seorang pemburu yang biasa keluar pada hari jum'at, tidak hirau akan sholat jum'at, tiba-tiba ia keluar ia ditelan oleh bumi, dan ketika dicari oleh orang-orang dibumi mereka hanya mendapat telinga dan ekor keledainya".

B. Ibn Syaibah sari Mujahid berkata :
"Ada suatu kaum yang keluar bepergian pada hari jum'at, tiba-tiba kemah mereka terbakar, padahal pada mulanya mereka tidak melihat orang menyalakan api".
Al-yafi'i berkata : Kami mendapat keterangan bahwa orang-orang mati tidak disiksa pada malam jum'at dan hari jum'atkarena kehormatan hari itu.

C. Al-auza'i dari Maisarah bin jalis berkata :
"Kerika ia telah buta siunrun oleh penuntunnya kekubur, dan sesampainya dikubur memberi salam : Asslamu alaikum ahlal qubur antum lana salaf wa nahnu lakum taba'un, warahimanallahu wa iyyakum, wa ghafara lana walakum (Swlamat sejahteralah bagi kalian ahli kubur, kamu telah mendahului kami, dan kami akan mengikuti kalian, semoga Allah merahmati kami dan kamu, dan mengampunkan kami dan kamu).
Tiba-tiba Allah SWT mengizinkan ruh seorang menjawab kepadanya : Untunf kamu hai ahli dunia, kalan dapat berhaji tiap bulan empat kali. Ditanya : kemana ? Semoga Allah SWT memberi rahmat kepadamu ! Jawab ruh itu : ke sholat jum'at, apakah kamu tidak mengetahui bahwa sholat jum'at itu sama dengan haji yang mahbrur yang diterima.

Sholat Jum'at


Hari jum'at hari yang termulya disisi Allah SWT, bahkan lebih besar dari sholat hari raya idul fitri, dan dalam hari jum'at tersebut ada lima kelebihan di hari tersebut yaitu :
1. Dijadikan / Diciptakannya Nabi Adam AS
2. Juga diturunkannya Nabi Adam AS dari  syurga ke bumi
3. Pada hari itu juga matinya
4. Dihari jum'at segala doa mustajab, tiada seorang berdoa bertepatan dengan saat itu melainkan pasti diterima segala doanya selama tidak berdoa untuk kejahatan dosa atau memutus hubungan family
5. Dan pada hari jum'at akan tiba hari Kiamat

Tiada seorang malaikat muqarrab, langit, bumi, angin, bukit atau batu melainkan semuanya sayang pada hari jum'at.

Abu Musa Al-asy'ari r.a. telah mendengar Nabi S.A.W bersabda :.
  "Sesungguhnya saat yang mustajab iru diantara duduk imam diantara dua khutbah hingga selesai sholat jum'at". (H.R. Muslim, Abu Dawud)

Ibn Umar r.a. berkata : Nabi S.A.W bwrsabda :
"Tiada seorag muslim yang mati pada hari atau malam jum'at, melainkan Allah SWT akan menyelamatkannya dari ujian kubur".
(H.R. Ahmad, Attirmidzi)

Abu Saied r.a berkata :
"Sungguh Allah SWT telah mewajibkan atas kamu sholat jum'at ditempatku ini, disaat ini, ditahun ini, hingga hari Kiamat, siapa yang meninggalkannya tanpa uzur, baik bersama imam yang adil atau imam yang dhalim, maka semoga Allah SWT tidak menghimpun urusannya dan tidak memberkahi keadannya, ingatlah tidak dianggap sholatnya, hajinya, ta'atnya, dan sedekahnya. (H.R Atthabarani).

Thariq bin Syihab r.a. berkata : Nabi S.A.W bersabda :
"Sholat jum'at itu wajib atas tiap orang muslim berjama'ah, kecuali empat orang : Hamba Sahaya, atau wanita, atau anak-anak (yang belum Baligh) atau orang sakit". (H.R Abu Dawud, Alhaakim)

Abu Hurairah r.a. berkata : Nabi S.A.W bersabda :
"Siapa yang wudhu' pada hari jum'at, maka menyempurnakan wudhu'nya kemudian pergi ke masjid untuk sholat jum'at, mendengarkan khutbah, dan memperhatikan, maka diampunkan baginya dosa-dosa yang terjadi antara jum'at itu dengan jum'at yang sebelumnya, dan ditambah tiga hari, dan siapa yang memegang batu (kerikil) maka laghu jum'atnya". (H.R Muslim, Ahmad)
Laghu yaitu siapa yang main-main dengan batu atau lain-lainnya yang bearti tidak memperhatikan khutbah, maka jum'atnya tidak mendapat pahala.

PERINGATAN :.
Sholat jum'at berjamaah itu fardhu ain atas tiap orang muslim yang tidak beruzdur, maka siapa menghalalkan meninggalkannya maka ia kafir, bila ia berada ditengah-tengah kaum muslimin. Makruh karahat tahrim bagi seorang muslim bepergian pada hari jum'at jika khawatir tidak dapat mengejar sholat jum'at ditempat tujuan.